TRANSFORMASI PELAYANAN GENERASI MUDA GMIT: REKONSTRUKSI HISTORIS SEKOLAH MINGGU, KAKR, PAR, HINGGA PELAYANAN ANAK-REMAJA-TARUNA
Keywords:
Transformasi Pelayanan, Generasi Muda, GMIT, Sekolah Minggu, KAKR, PAR, PARTAbstract
Penelitian ini merekonstruksi secara historis transformasi pelayanan generasi muda di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), mulai dari era Sekolah Minggu klasik, bergeser menjadi Kebaktian Anak dan Remaja (KAKR), kemudian bertransformasi menjadi Pelayanan Anak dan Remaja (PAR), hingga saat ini berkembang menjadi Pelayanan Anak, Remaja, dan Taruna (PART). Penelitian ini menggunakan metode penelitian historis dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen-dokumen gerejawi Sinode GMIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ini tidak sekadar perubahan nomenklatur, melainkan mencerminkan pergeseran paradigma teologis dan pedagogis dalam memahami kedudukan generasi muda di dalam gereja. Perubahan dari Sekolah Minggu ke KAKR menandai pengakuan bahwa anak dan remaja adalah subjek ibadah, bukan sekadar objek pengajaran. Transisi dari KAKR ke PAR mengindikasikan upaya integrasi pelayanan antar-generasi muda. Sementara pengembangan menjadi PART menunjukkan respons gereja terhadap dinamika usia dan kebutuhan pembinaan iman yang lebih komprehensif, menjangkau taruna sebagai kelompok usia transisi menuju dewasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi pelayanan generasi muda GMIT merupakan bentuk inkulturasi dan pembaruan metodologis dalam pendidikan agama Kristen yang kontekstual, sekaligus menegaskan komitmen GMIT untuk menjadikan anak, remaja, dan taruna sebagai subjek iman yang aktif dalam kehidupan bergereja masa kini.






