MENAVIGASI DUKA DALAM BUDAYA AMARASI: TRADISI DAN PELAYANAN PASTORAL KRISTEN
Keywords:
ritus perkabungan, transformasi, pastoral, warisan budaya, pembaruanAbstract
Studi ini mengeksplorasi ritus perkabungan masyarakat Amarasi di Timor – Suis (janda/duda berjalan di bawah peti jenazah untuk merenungkan kemungkinan menikah lagi), Na’sore (ritual pemutusan hubungan dengan pasangan yang telah meninggal), dan Nanuin (masa berkabung dengan larangan bepergian dan bekerja) – sebagai ruang terstruktur untuk mengelola duka dalam perkabungan. Ritus perkabungan ini kini mengalami pembentukan ulang akibat pengaruh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), menciptakan dinamika yang kadang penuh ketegangan, kadang dinegosiasikan, dan kadang berjalan harmonis, yang mencerminkan kompleksitas hubungan antara tradisi budaya dan transformasi keagamaan. Wawasan dari komunitas Meru dan Ayoreo juga memperlihatkan bagaimana praktik duka dalam perkabungan diatur, diekspresikan, dan kadang ditekan dalam kerangka risten. Dengan memandang duka dalam perkabungan sebagai proses yang terus berkembang, berwujud nyata, dan tertanam dalam kehidupan sosial, studi ini menyoroti bagaimana pelayanan pastoral Kristen dapat mendukung individu yang berdukacita dengan menyeimbangkan antara warisan budaya dan pembaruan iman






