PEMBINAAN DAN PELATIHAN MAJELIS JEMAAT UNTUK MEMPERKUAT PEMAHAMAN DAN KOMITMEN PELAYANANDALAM GEREJADI JEMAAT NAZARETH PURU AMARASI BARAT

Authors

  • Daud Saleh Luji Institut Agama Kristen Negeri Kupang Author
  • Blendy Lusi, dkk Institut Agama Kristen Negeri Kupang Author

Keywords:

community service, Christian ministry, self-reflection, commitment, spiritual growth , pengabdian kepada masyarakat, pelayanan Kristen, refleksi diri, komitmen, pertumbuhan rohani

Abstract

Community service is not only a concrete manifestation of theimplementation of the Tri Dharma of Higher Education, but also a meaningful process for shaping character and fostering spiritual maturityin those who engage in it. This article is a personal reflection oncommunity service activities undertaken as an effort to strengthenunderstanding and commitment to Christian service within the author. Through active involvement in church ministry, local communityengagement, and various social outreach efforts, the author gained deeperinsight into the meaning of calling, empathy, and the importance of beinga compassionate presence in society. The method used in this article isreflective-narrative, examining real-life experiences through the lens oftheological understanding and Christian principles of service. The reflection reveals that service done with sincerity and spiritual motivationcan significantly enhance one's commitment to ministry, deepenawareness of real community needs, and strengthen personal integrity as a servant of God. This experience has not only impacted the beneficiariesbut has also shaped the author’s character, humility, and missionawareness. The article recommends that community service becontinuously integrated into personal and spiritual growth, and be carriedout with a reflective and contextual approach, so that it may empower boththe servant and the served.

Pengabdian kepada masyarakat bukan hanya merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter dan pendewasaan rohani bagi individu yang terlibat secara aktif di dalamnya. Artikel ini merupakan refleksi pribadi atas pengalaman pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat pemahaman dan komitmen pelayanan dalam diri penulis. Melalui keterlibatan dalam pelayanan gerejawi, kegiatan sosial, dan interaksi langsung dengan masyarakat, penulis memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang makna panggilan melayani, pentingnya empati, serta nilai kehadiran yang membawa damai dan kasih di tengah kehidupan bermasyarakat. Metode yang digunakan dalam penulisan ini bersifat reflektif-naratif, dengan meninjau pengalaman nyata berdasarkan prinsip-prinsip iman Kristen dan pemahaman teologis. Hasil refleksi menunjukkan bahwa pengabdian yang dilakukan dengan ketulusan hati dan motivasi rohani mampu menumbuhkan komitmen pelayanan yang lebih kokoh, memperluas wawasan tentang kebutuhan nyata masyarakat, serta membentuk integritas dan identitas diri sebagai pelayan Tuhan. Pengalaman ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat yang dilayani, tetapi juga menjadi sarana pembentukan spiritual dan karakter pribadi yang lebih mendalam. Artikel ini merekomendasikan agar pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian integral dari pertumbuhan iman dan kehidupan pelayanan, serta dilaksanakan dengan pendekatan yang reflektif dan kontekstual agar mampu memberdayakan baik yang melayani maupun yang dilayani.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Daud Saleh Luji, Institut Agama Kristen Negeri Kupang

    Institut Agama Kristen negeri Kupang

Downloads

Published

30-07-2025

How to Cite

PEMBINAAN DAN PELATIHAN MAJELIS JEMAAT UNTUK MEMPERKUAT PEMAHAMAN DAN KOMITMEN PELAYANANDALAM GEREJADI JEMAAT NAZARETH PURU AMARASI BARAT. (2025). LATREIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 1(2). https://ojs.penerbitalrelancegis.com/index.php/latreia/article/view/119